Yang dibenci orang itu bukan korupsinya, tetapi sifat yang
dilahirkan dari suatu tindak korupsi itu sendiri. Korupsi berdampak
merusak dengan cara menggerogoti sumsum sendi tulang negara. Kalau
dibiarkan, negara akan rapuh dan akibatnya negara bisa runtuh. Maka
wajiblah bagi kita untuk memberantasnya sebelum merajalela meracuni
sendi kehidupan bernegara.
Korupsi juga melahirkan mental-mental jiwa pengkhianat dan munafik. Maka jika seseorang sudah dihinggapi penyakit korupsi, justru orang itu nampak rajin bekerja. Juga seolah-olah orang itu tak perlu lagi disangsikan pengabdiannya. Tetapi di dalam akal pikirannya, dia selalu mencari-cari kesempatan dan kelengahan untuk berbuat korupsi. Agar tak kentara, ia pun bersikap manis, rajin dan baik. Tujuannya agar orang tak menaruh curiga kepadanya.
Korupsi sama arti dengan maling. Bedanya, korupsi tidak mengenal ketupat Bengkulu alias bogem mentah. Sedangkan maling kalau ketahuan pasti digebuki dan dihujani bogem mentah beramai-ramai. Maling kadang bisa sembuh dari penyakitnya, tapi korupsi mana bisa sembuh. Watak korupsi tak mengenal puas, cari wanci bilahi ginowo mati.
Korupsi juga melahirkan mental-mental jiwa pengkhianat dan munafik. Maka jika seseorang sudah dihinggapi penyakit korupsi, justru orang itu nampak rajin bekerja. Juga seolah-olah orang itu tak perlu lagi disangsikan pengabdiannya. Tetapi di dalam akal pikirannya, dia selalu mencari-cari kesempatan dan kelengahan untuk berbuat korupsi. Agar tak kentara, ia pun bersikap manis, rajin dan baik. Tujuannya agar orang tak menaruh curiga kepadanya.
Korupsi sama arti dengan maling. Bedanya, korupsi tidak mengenal ketupat Bengkulu alias bogem mentah. Sedangkan maling kalau ketahuan pasti digebuki dan dihujani bogem mentah beramai-ramai. Maling kadang bisa sembuh dari penyakitnya, tapi korupsi mana bisa sembuh. Watak korupsi tak mengenal puas, cari wanci bilahi ginowo mati.
Amir Toha
Singopuran, Purbayan,
Kartasura, Sukoharjo
Singopuran, Purbayan,
Kartasura, Sukoharjo


0 komentar:
Posting Komentar